Senin, 26 November 2012

review2:Data Pokok



Koperasi Karyawan.
antara pola sub-kontrak dan aktualisasi ekonomi pekerja.
Sebuah studi bandin.

Oleh Irsyad Muchtar*
Data Pokok

Kajian utama tulisan mengacu pada studi lapangan yang penulis lakukan di Koperasi Karyawan Sejahtera (Koptera) Sewon Bantul, DI Yogyakarta. Kopkar perusahaan tekstil, PT Samitex ini mempunyai anggota sebanyak 1.600 orang, tanpa dukungan keuangan perusahaan, namun mampu melayani anggotanya selama 23 tahun. Kopkar yang tumbuh dengan aktivitas serba sederhana ini meraih penghargaan Koperasi Berprestasi pada Hari Koperasi 12 Juli 2006. Sebagai pembanding, sejumlah penelitian dan wawancara dengan kopkar lainnya




menunjukkan bahwa perkembangan Koptera sangat tidak lazim, kalau tak boleh dibilang luar biasa. Sebab, kopkar yang maju dan berkembang justru lantaran mendapat dukungan perusahaan. Bahkan dukungan aktif perusahaan pada gilirannya mampu mengangkat kinerja kopkar dengan pertumbuhan asset dan Sisa Hasil Usaha (SHU) mengagumkan. Sementara kopkar yang juga pernah meraih Teladan Nasional, yaitu Kopkar Mercury PT PLN (Persero),Padang, Sumatera Barat, malah berhasil meraih kinerja tinggi karena memanfaatkan kedekatan para pengurusnya dengan pihak manajemen di perusahaan induk. Kopkar Mercury berhasil menjalin kemitraan usaha pola sub-kontrak dengan perusahaan induk (PLN Sektor Padang) dalam pengerjaan unit pemeliharaan jaringan/transmisi dan pekerjaan umum lainnya seperti jasa cleaning service, supplier, hingga penarikan dana langganan (rekening) listrik.5

Pola Sub-kontrak

Sulit dibantah bahwa posisi perusahaan sangat menentukan bagi eksistensi kopkar, bahkan terdapat pola ketergantungan cukup tinggi yang menempatkan perusahaan pada posisi superior dan kopkar di sisi lain sebagai inferior. Umumnya bisnis kopkar terdiri dari sejumlah produksi atau barang yang mengacu pada kebutuhan primer anggota. Dan bagian terbesar masalah karyawan di tingkat menengah ke bawah adalah kebutuhan biaya rumah tangga
yang tidak mencukupi akibat gaji rendah. Maka tak heran jika bisnis kopkar yang laris manis disukai anggota adalah Usaha

Simpan Pinjam (USP) dan Warung Serba Ada (Waserda). Fungsi kopkar sebagai penyedia kebutuhan primer anggota boleh dibilang peran yang minimalis namun strategis. Tetapi tidak sedikit pula kopkar yang mampu menjalankan fungsinya sebagai penyedia kebutuhan perusahaan. Kesempatan seperti ini merupakan goodwill perusahaan dalam menempatkan kopkar sebagai sub-kontrak. Pola seperti ini memberikan kepercayaan kepada kopkar untuk bertindak sebagai rekanan pengadaan berbagai kebutuhan perusahaan. Karena posisi kopkar yang pengurusnya adalah juga karyawan perusahaan, maka fungsi sub kontrak lebih menguntungkan. Selain mampu menekan tingkat efisiensi perusahaan, karyawan pun mendapat nilai tambah ekonomi yang lebih baik melalui perolehan SHU kopkar. Apakah kemudian tidak terjadi unsur kolusi? Artinya, bisa saja .oknum. perusahaan .bermain mata. dengan manajemen kopkar me-mark-up harga. Pandangan pesimis itu berangkat pada pemahaman bahwa kopkar hanyalah koperasi konsumen yang sekadar memenuhi kebutuhan anggota di lingkungan terbatas. Pernyataan .lingkungan terbatas. itu tidak bisa dihindari sebagai konsekuensi makna fungsionalisasi.
Itu sebabnya, menurut kalangan yang pesimis, kopkar boleh saja meningkatkan peran sebagaisub kontrak bagi perusahaan guna memberi nilai tambah ekonomi pada anggota. Hanya soalnya, apakah peran tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten dengan tidak mencampuraduk fungsi sebagai anggota kopkar dan pegawai perusahaan. Pengamatan di sejumlah perusahaan yang menjadikan kopkar sebagai subkontrak, sangat jarang terjadi gesekan kepentingan antara perusahaan dengan karyawan. Konflik antara karyawan dan perusahaan biasanya terjadi akibat lemahnya komunikasi kedua belah pihak. Munculnya Serikat Pekerja (Trade Labour) sebagai upaya menjembatani kepentingan karyawan terkadang gagal mengatasi konflik internal tersebut. Serikat pekerja lebih bernuansa sosialpolitis, padahal amuk karyawan lebih sering bermuara pada ketimpangan pendapatan (gaji atau upah).

Sejalan dengan keberadaan serikat pekerja, kopkar berorientasi pada pemenuhan ekonomi anggota yang notabene adalah karyawan. Peran dimainkan kopkar tampaknya lebih ampuh dalam meredam konflik antara karyawan dan perusahaan. Melalui kopkar berbagai kebutuhan primer karyawan biasanya dapat terpenuhi. Salah satu pengamatan di Kopkar PT Sumarecon Agung, menunjukkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan karyawan. Perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan perumahan ini ikut aktif membangunkopkar dengan memberikan modal dan hibah saham sebesar dua persen dari keuntungan perusahaan. Pola sub-kontrak yang berkaitan langsung dengan bisnis perusahaan, misalnya terlihat pada Kopkar PT Sinar Sosro yang mengambil alih pekerjaan perusahaan induk berupa pembuangan limbah teh dan pecahan botol ke tempat pembuangan akhir. Sedangkan Koperasi Pegawai PT Danareksa (Kopedana) oleh perusahaan induk diikutsertakan dalam kegiatan perdagangan efek (saham). Pengambilan sampel penilitian pada Kopedana . koperasi pegawai negeri (kopeg) . untuk menunjukkan per-bandingan bahwa, koperasi di lingkungan pemerintahan juga mampu berkembang pesat seperti halnya kopkar di perusahaan swasta. Memang perkembangan pesat kopeg tersebut masih terbatas di lingkungan kantor pemerintahan yang punya visi bisnis yang kompetitif, seperti di Badan Usaha Milik Negara maupun Perusahaan Umum (Perum).
Dari sejumlah kopkar yang mendapat perlakuan sebagai mitra perusahaan, terlihat adanyapertumbuhan kinerja usaha yang cukup signifikan6 . Setidaknya deretan angka-angka sukses kopkar mitra perusahaan dan juga kopeg pada tabel I di bawah ini menunjukkan, kopkar bisa diandalkan sebagai institusi bisnis yang mampu mendulang untung.

Karyawan Sejahtera

Pertama kali berkunjung ke Koperasi Karyawan Sejahtera (Koptera) Bantul, Yogyakarta, tidak sempat terlintas bahwa koperasi yang hanya menempati sebuah pojok kumuh dari kantor induk perusahaan adalah salah satu peraih penghargaan Koperasi Berprestasi Tahun 2006. Skala usaha Koptera pun hanya sekadar memenuhi kebutuhan primer anggota, yakni simpan pinjam dan waserda.
Sehingga bayangan koperasi berpretasi dengan jalinan kemitraan usaha dengan perusahaan sama sekali tidak tergambar pada sosok Koptera. Lantas apa hebatnya Koptera yang sudah berdiri sejak tahun 1983? Bukankah ada ratusan koperasi lainnya di tanah air yang malah sudah berdiri sejak era kemerdekaan, tapi belum memperoleh penghargaan berprestasi? Jika setuju pada pandangan pesimisme tentang peran ideal kopkar, maka Koptera sudah memenuhi kriteria sebagai koperasi konsumen yang melayani anggota di lingkungan terbatas. Dalam rentang 23 tahun, Koptera mampu bertahan dan konsisten melayani anggotanya yang kini tercatat sebanyak
1.556 orang (per 2005). Pengguna jasa koperasi ini bahkan bisa melebihi jumlah anggota, karena sebagian karyawan PT Samitex yang belum terdaftar sebagai anggota boleh memanfaatkan jasa unit simpan pinjam. Per tahun buku 2005 tercatat 2.213 orang atau 142,13% pengguna jasa simpan pinjam, dan 330 orang atau 21,19% jasa waserda. Dilihat dari fungsi pelayanan dan rendahnya komitmen perusahaan, Koptera agaknya bisa kita sebut genuine (sejati) yang tahan banting. Setidaknya ada tiga alasan untuk mengkategorikan
genuine tersebut. Pertama, permodalan koperasi ini sepenuhnya mengandalkan simpanan anggota yang umumnya karyawan berpenghasilan rendah. Kedua, mampu melayani seluruh kebutuhan anggota, terutama simpan pinjam, kendati dengan modal dihimpun sangatterbatas.Ketiga, mampu memungsikan diri sebagai sentra ekonomi bagi anggotanya.
Sejak berdiri pada 1983, Koptera hanya memperoleh fasilitas izin pemanfaatan lokasi dari perusahaan induk (PT Samitex). Selebihnya adalah daya juang para pengurus dalam menghidupkan roda usaha.
Beruntung, partisipasi anggota relatif tinggi memanfaatkan keberadaan koperasi sehingga usaha simpan pinjam dan waserda mampu bertahan.



Namun, modal anggota saja tidak cukup bagi pengembangan usaha Koptera. Koperasi ini sering kedodoran melayani kebutuhan anggota yang terus meningkat. Akibatnya, nilai pinjaman anggota terpaksa harus dipangkas agar bisa memenuhi kebutuhan anggota lainnya. Upaya mengatasi kendala permodalan koperasi pernah dilakukan melalui pengajuan pinjaman ke perbankan ataupun pemanfaatan dana bergulir dari instansi pemerintahan. Hasilnya nihil,
karena posisi kopkar tidak berada pada kawasan koperasi (bisnis) yang layak
mendapat bantuan.
Program kebaijakan pemerintah dalam pemberdayaan koperasi memang sulit menyentuh kopkar. Kredit pangan atau KUT di masa lalu, misalnya, adalah untuk KUD. Sedangkan perbankan boleh dibilang .alergi. bermitra dengan koperasi. Karena status hukum perkoperasian, terutama mengenai hak milik, dinilai tidak sesuai dengan kaidah umum yang berlaku.
Mengapa kopkar tidak masuk hitungan layak mendapat bantuan modal pemerintah? Pasalnya kopkar terlanjur dianggap mampu eksist dan bagian dari perusahaan induk. Bahwa sejumlah kopkar berhasil menjalankan fungsi sub-kontrak dengan perusahaan induk, adalah keniscayaan yang patut dibanggakan. Tetapi jumlah kopkar bernasib baik itu, tidak menghampiri Koptera, atau tidak sebanding dengan total kopkar yang ada di tanah air. Koptera, masih tergolong bernasib baik karena mendapat restu perusahaan induk walaupun tidak mendapat bantuan permodalan. Kebijakan itu sudah cukup menguntungkan bagi karyawan kelas bawahan yang jumlahnya mayoritas di PT Samitex.

Galang Potensi

Ketika berbagai upaya mendapatkan dana pihak ketiga untuk modal Koptera tak membuahkan hasil, para pengurus mulai bersikap realistis. Ada tekad yang kuat bahwa Koptera tidak boleh mati hanya lantaran tak mendapat dukungan modal. Dari akumulasi penghimpunan modal simpanan pokok dan simpanan wajib, pengurus Koptera memutar otak untuk mengembangkan usaha. Prioritas utama tetap pada unit simpan pinjam mengingat tuntutan pokok anggota memang hanya pada pinjaman dana darurat alias kebutuhan dana taktis saat tiba tanggung bulan.
Mengacu data survey lapangan terhadap sejumlah anggota Koptera, kebutuhan utama mereka umumnya pinjaman dana ke koperasi. Kondisi itu beralasan karena dari hasil survey secara acak (random) terhadap 20 responden, sebanyak 18 orang berpenghasilan di bawah Rp 500 ribu per bulan. Sisanya, dua orang di bawah Rp. 1 juta per bulan. Dengan penghasilan anggota yang sangat minim itu, tidak heran jika koperasi kemudian menjadi tumpuan penyelamat. Seperti terlihat pada tabel II di bawah ini. Ada responden menjawab satu pertanyaan lebih dari satu pilihan.





Kendati seluruh responden mengaku tertolong oleh keberadaan koperasi, tetapi keterlibatan mereka secara organisatoris sangat minim. Hanya empat orang yang bisa mengikuti setiap kali digelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sedangkan 16 orang mengaku tidak bisa hadir dengan alasan pekerjaan. Mereka diwakili oleh ketua kelompok masing-masing.
Rendahnya partisipasi anggota cukup beralasan, sebab umumnya mereka adalah karyawan di level bawah, yang lebih mengutamakan pekerjaan ketimbang organisasi. Belum lagi dominasi perusahaan yang tidak terlalu peduli dengan kelangsungan koperasi. Berangkat dengan segala keterbatasan tersebut, bisa dimaklumi jika Ketua Koptera, Darsono, berharap penghargaan Koperasi Berprestasi 206 yang mereka
terima, dapat dikompensasi dengan kemudahan mendapat kredit murah. Keberadaan Koptera di PT Samitex tidak sekadar badan usaha, ia tak ubahnya seperti sarana untuk saling tolong menolong di antara anggota yang sepanjang tahun dililit kesulitan dana. Beban itu terasa makin menghimpit, ketika sebagian besar anggota Koptera terkena musibah gempa bumi yang mengguncang Bantul pada Mei 2006. Akibat bencana gempa bumi tersebut, pinjaman anggota yang rata-rata Rp 120 juta per bulan, membengkak hingga Rp 700 juta. Jika permohonan itu disetujui sama artinya menguras seluruh kekayaan Koptera.

Berkutat di rentang waktu yang panjang membangun koperasi, memang sebuah
perjuangan yang tidak ringan. Terlebih bagi Darsono yang didaulat harus selalu siaga mengatasi kebutuhan anggotanya. Sementara, bantuan perkuatan yang sering ia simak di media massa tak kunjung mengucur.
Kendati tidak bisa diukur dengan besaran angka yang signifikan, tetapi kinerja Koptera sepanjang tahun menunjukan peningkatan cukup lumayan.

Paparan tabel tersebut menunjukkan bisnis inti Koptera bertumpu pada unit Simpan Pinjam, yang pada tahun 2002 tercatat sebesar Rp 681,2 juta meningkat hingga Rp 1,149 miliar pada 2005. Tren yang sama terlihat pada peningkatan jumlah simpanan anggota, modal dan kekayaan Koptera.

Quo Vadis?
Kopkar yang sukses lantaran kepedulian perusahaan, sudah biasa. Tetapi jika kopkar sukses tanpa partisipasi perusahaan, seperti halnya Koptera, mungkin luar biasa. Nilainilai instrumental perkoperasian, mereka penuhi dengan konsisten. Seperti disinggung Sven Ake Booek, koperasi tergolong sehat jika salah satu parameternya adalah kegiatan usaha yang terkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan anggota.1
Masalahnya, jika kopkar sudah mencapai ambang sukses lantas mau apa? Artinya dapatkah kopkar melanjutkan misi ekonominya secara lebih luas, misalnya dengan membeli sebagian saham perusahaan.
Kepemilikan saham perusahaan oleh kopkar tidak sekadar menaikkan posisi tawar (bargaining position) karyawan, juga meningkatkan citra perusahaan di tengah masyarakat.

Seirama dengan sasaran yang menguntungkan kedua pihak (win-win) itu, pengamat perkoperasian Thoby Mutis menilai pemilikan saham oleh kopkar mengandung nuansa memperbesar pemerataan pendapatan dalam perusahaan, seraya menghindarkan tabrakan kepentingan antara buruh dan pengusaha secara tajam.2 Yang acapkali tidak terhindarkan adalah, keuntungan di satu pihak itu berakibat kerugian pada pihak lain. Thoby mengangkat pemikiran Vilfredo Pareto (1848-1923) yang terkenal dengan Pareto Optimum. Dalil ini menjelaskan, bahwa setiap upaya yang menguntungkan seseorang atau suatu perusahaan akan selalu berakibat ruginya orang lain atau perusahaan lain.
Dalam konteks pemilikan saham perusahaan oleh karyawan (melalui kopkar) yang dibutuhkan bukan sekadar pemberlakuan UU, juga harus diiringi komitmen pelaksanaan yang kuat. Pemerintah Orde Baru, pernah memberlakukan ketentuan mengenai kepemilikan saham oleh kopkar hingga 25%, tetapi aturan itu hanya sebatas lip service. Selain koperasi tidak punya modal yang cukup, implementasinya pun tidak serius.
Ketika program kemitraan dengan pengusaha besar pada awal 1990 an itu marak, kita masi ingat, sejumlah koperasi diundang ke Jakarta untuk menerima alih saham. Tetapi setelah acara seremonial bubar, koperasi pun kembali ke daerah masing-masing. Alihalih mendapat deviden dari kepemilikan saham, bahkan banyak di antara koperasi tersebut yang tidak pernah lagi dihubungi oleh perusahaan mitra.
Dalam UU yang menyangkut ketenagakerjaan, masalah kepemilikan saham oleh karyawan melalui kopkar merupakan komitmen kuat bagi kesejahteraan ekonomi rakyat. Hendaknya jangan dilupakan macetrnya pemberlakuan UU Ketenagakerjaan di DPR-RI, yang menimbulkan aksi demo terluas, karena adanya kepentingan yang saling tarik menarik dari pasal yang mewajibkan adanya kopkar di dalam perusahaan. UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers misalnya, dengan tegas menyebutkan kepemilikan saham atau pembagian laba bersih kepada karyawan.
Bagaimana penerapannya? Tergantung pada komitmen pemilik perusahaan. Karena di sejumlah perusahaan pers, prosentase kepemilikan tersebut berbeda-beda. Pada Harian Bisnis Indonesia, tingkat kepemilikan saham oleh karyawan melalui kopkar mencapai 35%, sementara di Harian Kompas baru mencapai 20%. Namun tidak demikian halnya pada Harian Media Indonesia, di mana kepemilkan saham oleh kopkar masih berupa komitmen di atas kertas.
Nama/Npm: Dyah Ayu Lestari/22211290
Kelas/Tahun: 2EB09/2012

review1:pendahuluan


Koperasi Karyawan.
antara pola sub-kontrak dan aktualisasi ekonomi pekerja.
Sebuah studi bandin.

Oleh Irsyad Muchtar*
Pendahuluan

Definisi dan Ruang Lingkup

Nama koperasi karyawan (kopkar) di Indonesia sudah dikenal sangat luas dengan terminologi koperasi fungsional yang hidup di lingkungan perusahaan. Keberadaannya merupakan manifestasi dari upaya penciptaan nilai tambah ekonomi di kalangan karyawan berpenghasilan rendah. Dan sekaligus sebagai implementasi dari esensi koperasi sebagai alat pemerataan pendapatan. Kendati keberadaannya sangat tergantung pada komitmen perusahaan, namun kopkar bukan perpanjangan tangan, apalagi alat penekan bagi kepentingan perusahaan. Kopkar justru subjek dan mitra usaha perusahaan. Dunia perkoperasian juga mengenal istilah Koperasi Pekerja ( Worker Cooperative). Kendati hampir mirip dengan sebutan kopkar . bahkan Departemen Tenaga Kerja tidak membedakan antara keduanya - namun terdapat perbedaan substantif. Koperasi pekerja adalah sebuah bangun usaha produktif.
 Para anggotanya berposisi sebagai pekerja, pemilik dan sekaligus majikan. Hasil koperasi pekerja tidak dikonsumsi oleh anggotanya sendiri, tapi dipasarkan. Karenanya, koperasi pekerja sering disebut sebagai koperasi produksi (production co-operative). Sedangkan kopkar, adalah istilah umum yang lebih dulu kita kenal . Koperasi ini beranggotakan karyawan-karyawan perusahaan dan melakukan kegiatan yang hasilnya dikonsumir oleh anggotanya sendiri, seperti barang-barang konsumsi, kredit, perumahan dan sejenisnya. Koperasi ini digolongkan sebagai koperasi konsumsi1. Kapan kopkar mulai dikenal dan akrab di telinga khalayak ramai. Hampir tidak ada data pasti, karena keberadaan kopkar memang tidak diatur secara khusus oleh undang-undang ataupun peraturan pemerintah lainnya. (bandingkan dengan KUD, KSU atau KSP).



Sebagai patokan, awal keberadaan
kopkar di perusahaan swasta kiranya dapat mengacu pada saat lahirnya UU No 12 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian. Dalam UU yang merupakan revisi terhadap UU No 14 Tahun 1965 ini, pada penjelasan pasal 17 tentang jenis koperasi dimungkinkan tumbuhnya koperasi-koperasi fungsional.
Istilah fungsional sebenarnya tidak dikenal dalam dunia perkoperasian yang hanya mengenal istilah koperasi konsumen, produsen dan kredit.

Setelah dibelakukan UU No 12 Tahun 1967, koperasi fungsional pun marak. Ditandai dengan munculnya koperasi di lingkungan Angkatan Bersenjata (kini TNI). Di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) sudah lebih dulu muncul koperasi dengan nama Koperasi Pegawai Negeri (KPN) pada 1954. Sedangkan di lingkungan dunia usaha dikenal pula istilah Koperasi Kerja Indonesia (Koperindo) dan Koperasi Buruh Indonesia (Kobin). Kemudian sejak Januari 1986 kedua koperasi tersebut bernaung di bawah Induk Koperasi Pekerja Indonesia (Inkoperindo), dan selanjutnya berubah nama menjadi Inkopkar.2 Jika mengacu pada prinsip perkoperasian dunia, kemunculan koperasi golongan fungsional merupakan sebuah antitesa. Keanggotaan koperasi yang semula sukarela dan terbuka, sudah tidak berlaku lagi.3 Posisi keanggotaan dalam koperasi golongan fungsional tidak bisa bebas dan terbuka, tetapi bersifat tertutup atau hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki profesi sejenis.4 Persoalannya, apakah dengan adanya pelencengan prinsip berkoperasi itu, keberadaan kopkar menjadi tidak jelas? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Apalagi dalam iklim Perkoperasian di

Indonesia yang sudah lama salah kaprah. Kopkar memang merupakan anomali yang dilegalisir oleh ketentuan perundangundangan pemerintah seperti tercantum dalam penjelasan pasal 16 UU No 25 Tahun 1992. Dasar untuk menentukan jenis Koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya, seperti Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Pemasaran dan Koperasi Jasa.

Pada baris terakhir penjelasan pasal itu disebutkan: Khusus koperasi yang dibentuk oleh golongan fungsional seperti pegawai negeri, anggota ABRI, karyawan dan sebagainya, bukan merupakan jenis Koperasi tersendiri. Penjelasan tersebut ingin mengatakan bahwa koperasi fungsional bukan bersifat khusus meskipun keberadaannya tidak berada dalam jangkauan wilayah umum. Namun, dengan keterbatasan jangkauan secara umum itu justru membuat kopkar menjadi sangat khusus, bahkan bisa digolongkan pada pseudo koperasi (koperasi semu). Keberadaan kopkar memang unik. Tidak seperti koperasi lainnya, seperti KSP atau KUD, kiprah kopkar jauh dari gemerlap program bantuan dan pemberdayaan pemerintah. Boleh dibilang, hampir tidak ada program pemberdayaan
koperasi oleh pemerintah yang mengucur ke kopkar. Di masa Orde Baru, pernah muncul gebyar alih saham perusahaan ke






koperasi, yang ditimpali dengan munculnya banyak kopkar. Tetapi gebrakan tersebut lebih bernuansa politis ketimbang pemberdayaan koperasi. Hasilnya, bagai gelembung buih sabun, alih saham hilang begitu saja. Sampai kini tidak ada koperasi yang mengklaim kepemilikan sahamnya di perusahaan besar. Apakah kopkar termasuk kelas koperasi genuine (sejati) yang mampu tumbuh atas partisipasi murni para anggotanya? Tampaknya agak sulit mencari kopkar yang tumbuh hanya mengandalkan partisipasi modal anggota an sich!. Kebanyakan kopkar tumbuh karena dukungan modal, fasilitas dan hubungan kerja dengan induk perusahaannya. Tulisan ini mencoba menelisik kiprah dan perkembangan kopkar dalam korelasinya dengan induk perusahaan. Berapa jauh peranan perusahaan memajukan koperasi dan apa dampaknya jika dukungan perusahaan melemah terhadap kopkar.
Nama/Npm: Dyah Ayu Lestari/22211290
Kelas/Tahun: 2EB09/2012

Rabu, 11 Juli 2012

GOOGLE vs YAHOO :)


1.EMAIL
Gmail
Merupakan produk penyedia surat elektronik yang di miliki oleh Google. Jika dilihat dari kecepatannya harus diakui bahwa gmail lebih cepat dari pada ymail.
Ymail
Yahoo mail adalah produk email pengeluaran yahoo. Ymail mempunyai kecepatan yang lebih lambat dibandingnkan dengan gmail.
Jadi perbedaan antara gmail dan ymail adalah , jika dilihat dari segi kapasitasnya bahwa gmail itu mempunyai penyimpanan atau storage email yang yang terbatas , sedangkan yahoo mail memberikan keluluasaan pada penggunanya dan tidak memberikan kapasitas untuk penyimpananya.
Diambil dari :

 2.messenger
YM
Yahoo messenger sering di sebut dengan ym , y mini merupakan program pengirim pesan instan popular yang telah disediakan oleh yahoo. Ym ini tersedia secara gratis dan dapat diunduh oleh siapa saja serta dapat diakses menggunakan yahoo ID yang biasa digunakan untuk mengakses layanan yahoo yang lainnya. Pengguna ID juga dapat mengakibatkan penggguna dapat langsung diberitahu apabila anda mendapatkan sebuah email baru.

Gtalk
Google Talk adalah suatu layanan yang berbasis web dari google yang dibuat sebagai sarana untuk berkomunikasi melalui pesan instan dan VoIp. Sama seperti dengan Ym Googke takj juga dapat disediakan dengan gratis dan diunduh serta diakses melalui Google.

3.PHOTO
Picasa
Adalah suatu perangkat lunak aplikasi untuk penyuntingan suatu foto digital, pembuat picasa sendiri adalah Idealab tetapi sekarang picasa sudah dimiliki oleh Google. Dibulan juli 2004 Google mengakui Picasa dan picasa pun dijadikan gratis oleh google sehingga dengan mudah orang dapat mendownlod aplikasi tersebut.
Flickr
Adalah merupakan suatu web untuk berbagi foto dan situs komunitas daring yang merupakan contoh aplikasi web 2.0 , sebagai situs web yang populer untuk berbagi foto pribadi , layanan ini sering sekali dimanfaatkan oleh banyak orang yang menggunakan blogger sebagai tempat penyim[anan foto foto koleksinya tersebut.


6 arsitektur search engine

Enam Arsutektur Search Engine
1.Spider
Spider merupakan sebuah program untuk menemukan halaman baru yang masih ada maka dibutuhkan software khusus atau informasi pada ratusan jutaan halaman web. Spider digunakan untuk membawa halaman situs web ke mesin pencari atau search engine.
Bagaimana cara bekerja spider pada search engine ?
Inilah jawabannya :     1. Spider mengumpulkan informasi dari website yang paling popular
            saat itu dan server yang paling banyak di akses.
2. setelah mengambil informasi dari website tersebut kemudian spider menelusuri semua link pada website.
3. Untuk mengetahui popular atau tidak maka pada search engine googke diterapkan Algoritma pagerank,yaitu misalnya semakin banyak website lain yang mempunyai Link ke website A maka semakin popular website A tersbut.
Kelemahan jika menggunakan spider, yaitu:
1.     Membutuhkan bandwidth yang sangat besar
2.    Bisa membuat server overload jika lalu lintas informasi dari atau server sangat tinggi.
Untuk mengatasi kelmahan ditas maka pada server digunakan rumus jika membutuhkan t detik untuk mendownload sebuah dokumen dari server maka Spider akan menunggu 10*t detik untuk mendownload dokumen berikutnya.

2.Crawling      
Crawling adalah suatu program yang ada di search engine yang menjadi proses pengambilan sejumlah besar halaman Web , dengan cepat ke dalam suatu tempat penyimpanan lokal dan mengindeksnya berdasarkan kata kunci , tugas crawling adalah membantu spider untuk menentukan arah yang ditujunya sekaligus mengevaluasi link tersebut.
3.    Indexer
Indexer adalah suatu komponen search engine yang bertugas untuk mendeskripsikan suatu halaman web site dan menganalisa berbagai unsur di dalamnya, seperti pada penulisan title, penulisan huruf, keyword** yang ada di konten sehingga dapat mengenal web tersebut lebih jauh lagi terutama dalam menganalisa suatu ketword.
4.DataBase
Database merupakan komponen search engine yang bertugas sebagai tmpat meletakkan data-data sebelumnya yang telah didownload oleh spider serta sebagai tempat yang tadinya digunakan oleh indexer dalam menganalisa web.
5.Result Engine
Result Engine menrupakan program yang bertugas untuk menggolongkan suatu web site dan menentukan suatu perangkingan dalam hasil pencarian yang diminta oleh user.
6.Web Server
Web Server merupakan komponen terakhir pada search engine yang berfungsi melayani permintaan kepada user yang merupakan balik dari permintaan user tersebut. Web server merupakan bagian central terhadap apa-apa yang diminta oleh user.





Jumat, 06 Juli 2012

Rangkuman Perekonomian Indonesia masa SBY


Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
Pemerintahan Indonesia Bersatu Jilid I  (Era SBY- JK) = (2004-2009)
Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.
Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salah satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
Selain itu, pada periode ini pemerintah melaksanakan beberapa program baru yang dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat kecil diantaranya PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Pada prakteknya, program-program ini berjalan sesuai dengan yang ditargetkan meskipun masih banyak kekurangan disana-sini.
Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006.
Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif.
Namun, selama masa pemerintahan SBY, perekonomian Indonesia memang berada pada masa keemasannya. Indikator yang cukup menyita perhatian adalah inflasi.
Sejak tahun 2005-2009, inflasi berhasil ditekan pada single digit. Dari 17,11% pada tahun 2005 menjadi 6,96% pada tahun 2009. Tagline strategi pembangunan ekonomi SBY yang berbunyi pro-poor, pro-job, dan pro growth (dan kemudian ditambahkan dengan pro environment) benar-benar diwujudkan dengan turunnya angka kemiskinan dari 36,1 juta pada tahun 2005, menjadi 31,02 juta orang pada 2010. Artinya, hampir sebanyak 6 juta orang telah lepas dari jerat kemiskinan dalam kurun waktu 5 tahun. Ini tentu hanya imbas dari strategi SBY yang pro growth yang mendorong pertumbuhan PDB.
Imbas dari pertumbuhan PDB yang berkelanjutan adalah peningkatan konsumsi masyarakat yang memberikan efek pada peningkatan kapasitas produksi di sector riil yang tentu saja banyak membuka lapangan kerja baru.  Memasuki tahun ke dua masa jabatannya, SBY hadir dengan terobosan pembangunannya berupa master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3 EI). Melalui langkah MP3EI, percepatan pembangunan ekonomi akan dapat menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan perkapita antara UsS 14.250-USS 15.500, dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USS 4,0-4,5 triliun.
Pemerintahan Indonesia Bersatu Jilid II (Era SBY–BOEDIONO) = (2009-2014)
Pada periode ini, pemerintah khususnya melalui Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional negara yaitu :
  1. BI rate
  2. Nilai tukar
  3. Operasi moneter
  4. Kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas dan makroprudensial lalu lintas modal.
Dengan kebijakan-kebijakan ekonomi diatas, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang akan berpengaruh pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Hampir tujuh tahun sudah ekonomi Indonesia di tangan kepemimpinan Presiden SBY dan selama itu pula perekonomian Indonesia boleh dibilang tengah berada pada masa keemasannya. Beberapa pengamat ekonomi bahkan berpendapat kekuatan ekonomi Indonesia sekarang pantas disejajarkan dengan 4 raksasa kekuatan baru perekonomian dunia yang terkenal dengan nama BIRC (Brazil, Rusia, India, dan China).
Krisis global yang terjadi pada tahun 2008 semakin membuktikan ketangguhan perekonomian Indonesia. Di saat negara-negara superpower seperti Amerika Serikat dan Jepang berjatuhan, Indonesia justru mampu mencetak pertumbuhan yang positif sebesar 4,5% pada tahun 2009.
Gemilangnya fondasi perekonomian Indonesia direspon dunia internasional dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pilihan tempat berinvestasi. Dua efeknya yang sangat terasa adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah dengan berhasil menembus angka 3.800. Bahkan banyak pengamat yang meramalkan sampai akhir tahun ini IHSG akan mampu menembus level 4000.
Indonesia saat ini menjadi ekonomi nomor 17 terbesar di dunia. “Tujuan kami adalah untuk menduduki 10 besar. Kami sangat optimistis karena IMF pun memprediksi ekonomi Indonesia akan mengalahkan Australia dalam waktu kurang dari satu dekade ke depan,” tutur SBY dalam sebuah acara
Terima kasih
Dyah  Ayu Lestari
1EB12
22211290

Mencintai Tanpa Syarat

Tugas 4
Mata Kuliah : Softskill
22211290
1EB12
Tokoh Utama : Saya (Marry)
                        Eric
                       Wanita Tua
Judul : Mencintai Tanpa Syarat

Sinopsis

20 Tahun yang lalu seorang wanita melahirkan anak laki-laki yang tampan , tetapi terlihat sedikit bodoh . Suaminya (Sam) memberinya nama Eric , anak laki laki itu semakin tumbuh berkembang dan semakin terlihat pula bahwa anak laki – laki itu memiliki keterbelakangan, karena wanita itu merasa malu , atas anaknya yang tumbuh dengan seperti itu maka wanita itu berniat untuk memberikan anaknya unuk dijadikan budak ataupun pelayan. Begitu keji nya wanita itu sebagai seorang ibu mempunyai niat yang sangat buruk terhadap anaknya tersebut, tetapi untung saja Sam mencegahnya supaya wanita itu tidak melakukan niat tersebut , dan akhirnya wanita itu pun mendengarkan nasehat suaminya.
Dan akhirnya wanita itu bersama suaminya membesarkan Eric. Ketika eric berumur 2 tahun wanita itu melahirkan kembali anaknya yang ke-2 , bayi itu perempuan dia terlihat cantik dan mungil. Dia diberi nama Angelica , wanita itu sangat menyayanginya dan memanjakan nya , begitu pun Sam. Mereka sering sekali mengajak Angelica jalan jalan ke taman hiburan dan membelikan pakaian-pakaian yang bagus bagus .
Tetapi berbeda dengan Eric nasibnya tidak bagus seperti Adiknya yang selalu disayang oleh kedua orang tua nya walaupun ayahnya menyayangi eric. Eric pun tidak terlalu sering di belikan pakaian oleh orang tuanya . Eric hanya mempunyai beberapa pakaian yang sudah kummel , kotor , dan sudah tidak layak pakai lagi. Sewaktu waktu ayahnya ingin sekali membelikan Eric pakaian yang baru , tetapi oleh wanita di larang , dan eric pun mendengarkan omongan wanita itu.
Ketika Angelica berumur 2 tahun dan Eric berumur 4 ahun ayah mereka Sam meninggal dunia, keluarga mereka pun jatuh miskin dan lama kelamaan semakin miskin dikarenakan hutang hutang yang menumpuk. Lalu wanita tersebut berfikir sangat jelek kembali kepada eric , dan akhirnya wanita itu memutuskan untuk pergi dari kampong halamannya dan dari rumah tersebut meninggalkan eric, dia pergi bersama Angelica. Laluuuuu Eriiiic ? bagaimana dengan nasibnya eriiic ? wanita itu dengan tega meninggalkan Eric yang sedang tertidur pulas di dalam rumahnya. Sangat kejam sekali wanita itu !!!!!!!!! Ketika Eric bangun dari tidurnya eric memanggil “mamanya … mamaaa ……mamaaaaa….mamaaaa…. mama temana ? temana mamaaa?” Eric pun menangis dan terus menangis memanggil manggil mamanya, sambil menangis eric pun keluar kerumahnya berharap untuk mama nya akan kembali kerumah …. Tahun demi tahun Eric lalui sendiri , dan tetap sendiri . para tetangganya pun kasihan melihat eric yang sangat kurus , lalu para tetangganya sering memberika eric makanan.
Lalu wanita itu bersama Angelica tinggal disebuah gubuk, tahun demi tahun telah mereka lewati berdua, hingga pada saat tahun ke-10 wanita itu menikah kembali dengan seorang Pria yang sangat baik dan mampu mengubah sifat wanita itu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Angelica sudah berumur 1 tahun dan mereka menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Wanita itu sudah hidup bahagia dengan rumah tangganya yang baru bersama Brad. Mereka melupakan Eric yang telah ia tinggalkan bertahun-tahuntanpa mengetahui bagaimana kabar eric dan perkembangan eric sekarang. Sampai ketika suatu malam wanita itu bermimpi tentang seorang anak laki laki yang tampan dating menghampirinya : “tante , tante kenal mama saya? Saya lindu cekali sama mama. Tiba-tiba saja anak laki-laki itu pergiii , wanita itu menahannya dan bertanya :”namamu siapa anak manis? Nama saya “Elic” tante.
Wanita itu langsung terbangun dan tersentak atas mimpinya . lalu iya berkata Ya Tuhan dia eric , dia benar-benar eric. Begitu jahatnya saya meninggalkan anak saya disana sendirian tanpa ada apapun .saya ingin mati , yaaaa sayaaa harus matiiiiii, ketika pisau sudah tinggal sejengkal lagi menggores tangan wanita itu , sepintas saja terbayang eric . yaa eric mama akan menjemput kamu.
Keesokan hari nya wanita itu bersama dengan Brad(suaminya) pergi kekampung halamannya dengan niatan akan menjemput eric disana. Brad suaminya memandanginya , lalu bertanya”Marry , apa yang sebenarnya terjadi?” wanita itu menjawab “Oh Brad , pasti setelah ini kamu akan membenci ku” dengan air mata yang terus mengalir dan keluar dari mata nya wanita itu menceritakan semua yang telah terjadi selama ini. Setelah  tangisan wanita berhenti dan agak sedikit tenang , lalu wanita itu keluar dari mobil nya menuju sebuah gubuk disana diikuti oleh Brad, dengan sangat cepat wanita itu berlari menuju gubuk tersebut , sudut demi sudut ia pandangi dengan tajam , melihat kesana kesini dan memanggil nama eric , tetapii eric tetap tidak ada ,. Oooh Tuhan eriiic , eriic tidak ada … karena frustasi wanita itu bersama suaminya keluar dari gubuk tersebut dan kembali kedalam mobil. Tiba-tiba saja ada wanita tua dengan wajah yang kotor ada dibelakang mobil mereka .. “Heeei kamuu , siapa kamuu ? sedang apa kamu disini ? dengan memberanikan diri marry bertanya , apa ibu mengenal anak laki laki yang bernama eric? Ia menjawab “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk!!!! Tahukah kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya disini Eric terus memanggil mama mama mama … karena tidak tega, terkadang saya memberinya makan, walaupun saya orang miskin tetap saja saya tidak akan tega meninggalkan anak saya sendirian.
Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ia belajar menulis bertahun-tahun hanya untuk mu…..lalu akupun membacanya .
“Mama , mengapa mamaaa tidak pernah kembali ? mama marah yaa sama Eric ,?Mam, biarlah Eric saja yang pergi , tetapi mama harus berjanji tidak marah lagi sama Eric, bye maaaaam .. setelah membaca surat tersebut wanita itu pun menjerit dan menangis menyesali semua yang telah ia perbuat kepada Eric. Lalu Brad memeluk wanita itu sangat erat. Wanita itu berkata , buuuu , dimana eric buu dimana ? saya ingin bersama nya saya berjanji bu tidak akan pernah meninggalkan eric buu. Dimana eric ?
“Nyonya … semua nya sudah terlambat , kemarin Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal dibelakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus dan lema , dia bertahan hanya untuk menunggu ibunya kembaliiiii. Nyonya dosa anda tidak akan terampuni.
Kemudian wanita itu pingsan dan tidak ingat apa apa lagi .
Diambil dari : kisah-kisah paling mengharukan (kisah nyata dari Irlanda Utara)

: tidak perlu Anda seorang ibu merasa malu atas Karunia yang telah diberikan oleh Allah , karena adalah orang tua yang baik adalah ketika ia mampu membesarkan berkorban semuanya untuk anaknya. Kasih sayang yang tulus , adil ,itulah yang seharusnya diberikan orang tua dengan adil kepada anak anaknya tidak memilih dan memilah . seorang Anak adalah harta yang paling berharga , dan seorang IBU dan AYAH pun sangat berharga pula untuk anak anaknya.
Terima kasih
Dyah Ayu Lestari
1EB12
22211290

Rabu, 13 Juni 2012

MEMILIH JADI KARYAWAN ATAU PENGUSAHA

MEMILIH JADI KARYAWAN ATAU PENGUSAHA

MEMILIH JADI KARYAWAN ATAU PENGUSAHA
Kalau menurut saya pilihan yang berat yah untuk memilih antara jadi karyawan atau pengusaha?saya sih lebih memilih menjadi enterpreneur karena di indonesia sendiri sudah mulai banyak usaha sendiri dalam bidang macam-macam seperti kuliner,pakaian,sepatu,celana,fasion mode dll.seperti nya di indonesia sendiri enterpreneur semakin meningkat setiap tahun nya,namun hal tersebut juga menajadi bukti enterpreneur adalah menyenangkan dan memberi kan peluang yang sangat besar meraup keutungan bagi sih pengusaha tersebut walaupun keuntungan nya tidak banyak tapi lumayan lah tetapi pengusaha juga harus bersaing dalam pasar penjualan.demikian itu pola kerja enterpreneur juga tidak dibatasin waktu,atura, maupun yang lain berbeda kalau karyawan menyelesaikan tugas diselesaikan tepat waktu dan harus mengikuti aturan yang berlaku di tempat pekerjaan nya.
Menjadi entrepreuner juga bebas memilih tempat yang kita akan jalan kan pasti nya yang dapat terjangka oleh konsumen tersebut,pola kerja yang kita akan terapkan juga bebas tidak seperti menjadi karyawan kita harus mengerjakan tugas sesuai pola kerja yang telah diteteapkan bagaimana-bagaimana nya harus ini itu?selain itu juga bebas dalam memilih peluang usaha yang kita mempunyai bakat/basic dalam usaha tersebut,kita juga bebas mengatur pengeluaran kita untuk membeli barang-barang yang akan dipakai untuk menjalankan usaha tersebut dan keutungan yang akan kita dapat berapa persen dalam pengeluaran kita hal yang terpenting juga kita dapat melakukan mana yang terbaik untuk usaha kita.
Bukan hanya itu saja, berbagai peluang usaha yang dibangun, secara tidak langsung bisa membantu pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran yang semakin hari kian meningkat di indonesia. Dan yang lebih penting lagi, kerja keras seorang entrepreneur juga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan gaji seorang pegawai atau karyawan oleh karena itu ada alasan nya seperti kepuasan batin dalam membuat produk yang nanti akan dijual,kepuasan atas penciptaan budaya kerja,dilihat dari sisi kemampanan yang finansial dan fleksibelitas.
Tetapi dibalik banyaknya keuntungan yang diperoleh, menjadi seorang entrepreneur juga memiliki resiko yang besar atau tidak sedikit. Misalnya saja resiko penghasilan yang tidak tetap, ada kalanya Anda untung besar namun ada kalanya pula Anda harus rugi karena omset usaha menurun. Disamping itu, menjadi seorang pengusaha sukses juga tidak mudah, karena tidak ada jaminan pasti bahwa semua orang yang memulai usaha bisa sukses. Butuh modal dan strategi bisnis yang baik untuk memenangkan persaingan pasar yang ada sekarang, karena dalam dunia bisnis persaingannya sudah sangat ketat.tapi saya yakin memilih menjadi entreprenuner ketimbang menjadi pegawai atau pun karyawan karena saya akan menjadi pengusaha muda yang sukses di indonesia.